Bahaya Main Gadget iPad/Android/BB Bagi Anak Usia Dini

Diposting pada: 2018-04-16, oleh : Sugiarto Kartono, Kategori: Pendidikan Umum

Kemajuan teknologi berkembang sedemikian pesat menghasilkan berbagai perangkat mobile dengan konektivitas internet misalnya iPad, tablet, iPhone maupun jenis smartphone lainnya yang bisa digunakan bebas baik itu orang dewasa maupun anak-anak.

Teknologi jelas berperan besar terhadap perkembangan anak usia dini baik itu secara fisik, kognitif, emosional, sosial dan juga motorik sang anak. Seringkali anak usia dini berinteraksi dengan gadget dan juga dunia maya mempengaruhi daya pikir anak terhadap sesuatu diluar hal tersebut, anak juga akan merasa asing dengan lingkungan sekitar karena berkurangnya interaksi sosial.

Bagi ibu-ibu maupun para bapak yang putera-puterinya hobi bermain iPad dan sejenisnya mohon baca hubungan antara ANAK DAN TABLET berikut ini :

  1. Saraf motorik tubuh secara keseluruhan menjadi lemah karena dalam kondisi diam dalam jangka waktu yang lama. Motorik halus dan kasar menjadi tidak terlatih.
  2. Daya akomodasi mata anak yang seharusnya fleksibel tatkala melihat objek dalam jarak yang berlainan, hanya fokus pada jarak yang sama dan dapat mempercepat kelainan miopi (rabun jauh).
  3. Daya kreativitas dan imajinasi anak menjadi sangat terbatas.
  4. Daya konsentrasi dan fokus menurun drastis disebabkan oleh cepatnya warna dan gambar berubah. Tidak membiasakan anak kepada budaya proses.
  5. Tidak dikembangkannya daya cipta secara optimal dalam diri anak.
  6. Panca indra anak (indra penciuman, pendengaran, penglihatan, peraba, perasa) tidak berkembang optimal karena miskinnya rangsangan yang diberikan oleh tablet kepada panca indra anak.
  7. Anak-anak dari para CEO perusahaan multi nasional, seperti Apple justru menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah konvensional. Di sana anak-anak bermain dengan tanah, berlari di lapangan, berkenalan dengan alam, dan bukan barang-barang elektronik yang sophisticated. Mereka tidak diberikan smartphone oleh orang tuanya, melainkan hanya telepon genggam kuno yang hanya berfungsi untuk telepon dan SMS. Mereka berkata justru dengan pendidikan seperti inilah, kreativitas anak bertumbuh tanpa batas. Dan mereka yang kelak mampu menginovasi alat-alat seperti iPad, dll.

 

Dahulu zaman ayah bunda main bersama banyak teman dilapangan. Sekarang anak anak main gadget sendirian di kamarnya. Mungkin itu yang membuat anak-anak jaman sekarang jiwa sosialnya kurang peka dengan keadaan sekitar. Keberadaan gadget itu sendiri ibarat dua sisi uang logam. Di satu sisi sangat membantu manusia dalam melakukan banyak hal. Namun, perangkat ini bisa berdampak negatif bagi kondisi fisik dan mental penggunanya, terutama bagi anak-anak.

Menurut Asosiasi dokter anak Amerika dan Kanada menekankan anak usia 0-2 tahun tidak diperbolehkan terpapar gadget. Anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari dan dua jam untuk anak 6-18 tahun. Tapi faktanya, anak-anak justru menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan. Bahkan, penggunaan ponsel pintar, tablet, dan peranti game elektronik sudah dimulai sejak usia sangat dini. Dokter anak asal Amerika Serikat, Cris Rowan, dalam tulisannya di Huffington Post, mengatakan perlu ada larangan penggunaan gadget pada usia anak di bawah 12 tahun. Sudah banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada anak.


Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini